Internasional Link | Teror | Konflik | Religi | Takhta | Indonesian News | Indonesia Link | Teror | Konflik | Bencana | Takhta | Karakter | Spesial Link | Daftar Harga Eceran | Rakyat Online | admin | Priono Subardan |

Tuesday, January 20, 2009

Seluruh Negara Rayakan Pelantikan Obama

TEMAN dan orang asing di seluruh negara berkumpul di jalanan, sekolah, gereja, bar dan auditoriums untuk merayakan pelantikan Barack Obama sebagai presiden Amerika Serikat yang pertama berdarah Afrika-Amerika .

Demikian ramai di Los Angeles, California, masyarakat menyambut Barack Obama dilantik sebagai presiden Amerika Serikat, Selasa.
Suasana gembira tampak dimana-mana. "Sorak-sorai Orang-orang disini seolah-olah mereka di sana," Irene Koehler dari Fremont, California, mengatakan di Oakland's Oracle Arena.

Lebih dari 200 orang dari Gereja terbesar Afrika-Amerika di Los Angeles, berkumpul di ruang rekreasi untuk berdoa bersama dan berbagi kegembiraan di saat yang bersejarah

Tingkat partisipasi mereka demikian kuat, dengan mengenakan atribut Obama di kaos dan topi.

Mereka turut berdiri ketika Sen Dianne Feinstein meminta "harap berdiri" dan kepala tertunduk dalam doa. Mereka bernyanyi bersama Aretha Franklin dan bahkan mengambil gambar Obama pada layar ketika muncul di layar TV.

Di antara mereka menangis, terharu, dalam sukacita. "Pada Pemilu malam saya penuh dengan air mata. Saya semua berteriak sukacita," ujar 72-tahun-Haymer Shirley Turner, seorang perempuan mantan budak.

"Ini kenyataan kami mempunyai presiden berkulit hitam... sekarang saya dapat melihat saya bisa melakukan apapun yang saya inginkan," kata David Colvin, 10.

Lynn Gabriel Thomas, paling kanan.
Lynn Thomas Gabriel, anak perempuan Tuskegee Airman Daniel Moore, adalah salah satu dari sekitar 300 orang yang memaksa ke dalam Jackie Robinson Center di Pasadena, California, untuk menonton pelantikan.

Di seluruh negara di New York dari kota kecil Bronx, siswa huddled didlam kelas menyaksikan upacara melalui TV.

"Ketika mereka mendengar suara Obama's, mereka melakukan applus.

Lebih dari 100 orang berkumpul di pusat perpustakaan di kota Minneapolis, Minnesota, untuk menonton upacara.

"Itu sangat menyenangkan untuk melihat orang-orang yang menyukai negara dan benar-benar senang dengan presiden baru. Itu bagus untuk melihat seperti rasa kolektif masyarakat ... harapan dan kebahagiaan," ujar Jessica Namakkal, 29 tahun siswa lulusan dari Minneapolis.

Udara yang sangat dingin di Daytona Beach, Florida's, tak mempengaruhi masyarakat setempat turut perayaan pelantikan,dengan berlindung di bar-bar lokal.

Sean Mingo dan ibunya, Joan, menyaksikan pelantikan.Lebih dari 50 orang berkumpul di Mai Tai menonton pelantikan di televisi. Diantaranya adalah Joan Mingo dan Sean, 13. "Ini sangat bersejarah," kata Sean, yang selalu mengikuti kampanye Obama dan memantaunya setiap perdebatan. "Obama adalah inspirasi. Saya ingin bekerja di bidang politik."

"Obama memberikan kita harapan, bahwa kamu kan mendapatkan apa yang anda inginkan," Joan Mingo berkata kepada anaknya.

Obama membangkitkan semangat untuk Solas B. Lalgee, yang berada di New York Times Square untuk pelantikan "Bagi saya, sebagai seorang imigran, itu benar-benar berarti banyak untuk melihat anak imigran - bukan hanya sebuah Afrika Amerika tetapi seorang anak imigran dapat menapak karir tertinggi negeri ini," tambahnya.

Di Yahudi Home, pejabat senior di Los Angeles' San Fernando Valley, sekitar 70 warga dan anggota staf turut memantau pelantikan. "Ini adalah indah dan menarik," ujarnya. "Tidak pernah sebuah pelantikan seperti ini, dengan begitu banyak memberi rasa hormat ke Amerika Serikat dan luar biasa itu."

Shelly Balzac, 81, mengatakan bahwa ia mendukung Obama dan ketika dia masih remaja, ayahnya membawanya ke Chicago's Soldier Field bersumpah mendukung Franklin Delano Roosevelt.

"Ini sangat penting ketika anda melihat percampuran dari semua warga negara dari semua warna dan semua kepercayaan," kata Balzac, seorang veteran Perang Dunia II.

"Ini adalah hari yang emosional bagi saya," ujar Balzac. "Saya menyadari sangat mudah membuat negara ini yang demikian."

"Saya menangis sepanjang hari," kata Stan Keller, 88. Dia mengatakan Obama telah memberikan inspirasi yang membuat dunia berbeda.

"Saya datang di dunia untuk membuat yang lebih baik untuk tempat tinggal. Saya yang mendapatkan inspirasi dari orang ini," katanya.

Harapan untuk Obama
Di pusat kota Atlanta, Georgia, ratusan orang memberikan hormat bersama dalam cuaca dingin di Centennial Olympic Park untuk menonton pelantikan.

"Ada harapan untuk perubahan," ujar Sonita Horn, seorang ibu yang suaminya kehilangan pekerjaan sebagai montir listrik di Atlanta.

Dia berkata bahwa dia tidak hanya berharap bahwa Republicans dan Demokrat akan menemukan cara untuk bekerja sama. "Setiap orang akan diperlakukan sama," harapannya. "Kami sekarang menjadi Amerika Serikat, Amerika yang bukan hanya untuk kulit hitam atau kulit putih."

  • 11sig05
  •